ASKEP INFEKSI PUERPERALIS PDF

Definisi Infeksi puerperalis adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat-alat genetalia pada waktu persalinan dan nifas Sarwono Prawirohardjo, : Infeksi puerperalis adalah keadaan yang mencakup semua peradangan alat-alat genetalia dalam masa nifas Mochtar Rustam, : Infeksi puerperalis adalah infeksi peradangan pada semua alat genetalia pada masa nifas oleh sebab apapun dengan ketentuan meningkatnya suhu badan melebihi C tanpa menghitung hari pertama dan berturut-turut selama 2 dua hari B. Etiologi Penyebab dari infeksi puerperalis ini melibatkan mikroorganisme anaerob dan aerob patogen yang merupakan flora normal serviks dan jalan lahir atau mungkin juga dari luar. Streptokukos hemolitikus aerobikus dan stafilokokus aureus, factor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi adalah sebagai berikut. Semua keadaan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh ibu seperti perdarahan, anemia, nutrisi buruk, status social ekonomi rendah, dan imunosupresi.

Author:Akijin Zulurisar
Country:Uganda
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):21 April 2017
Pages:44
PDF File Size:13.88 Mb
ePub File Size:14.51 Mb
ISBN:936-7-24610-870-5
Downloads:79830
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kigashakar



Infeksi nifas adalah infeksi pada dan melalui traktus genitalis setelah persalinan Saifuddin, Menurut WHO World Health Organization , di seluruh dunia setiap menit seorang perempuan meninggal karena komplikasi yang terkait dengan kehamilan, persalinan,dan nifas. Dengan kata lain, 1. Pada tahun AKI di Indonesia yaitu per Infeksi nifas merupakan morbiditas dan mortalitas bagi ibu pasca bersalin.

Derajat komplikasi masa nifas bervariasi. Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode masa nifas karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayi. Penanganan umum selama masa nifas antara lain antisipasi setiap kondisi faktor predisposisi dan masalah dalam proses persalinan yang dapat berlanjut menjadi penyulit atau komplikasi dalam masa nifas; memberikan pengobatan yang rasional dan efektif bagi ibu yang mengalami infeksi nifas; melanjutkan pengamatan dan pengobatan terhadap masalah atau infeksi yang dikenali pada saat kehamilan maupun persalinan; jangan pulangkan penderita apabila masa kritis belum terlampau; memberi catatan atau intruksi untuk asuhan mandiri di rumah, gejala- gejala yang harus diwaspadai dan harus mendapat pertolongan dengan segera serta memberikan hidrasi oral atau IV secukupnya Saifuddin, Faktor Resiko a.

Faktor status sosioekonomi Penderita dengan status sosioekonomi rendah mempunyai resiko timbulnya infeksi nifas jika dibandingkan dengan penderita dengan status sosioekonomi menengah terutama bila timbul factor resiko yang lain misalkan ketuban pecah dini dan seksio sesarea. Status ekonomi rendah ini dihubungkan dengan timbulnya anemia, status gizi , perawatan antenatal yang tidak adekuat, dan obesitas.

Factor proses persalinan Proses persalinan sangat mempengaruhi resiko timbulnya infeksi nifas, diantaranya adalah partus lama atau partus kasep, lamanya ketuban pecah, korioamnionitis, pemakaian monitoring janin intrauterine, jumlah pemeriksaan dalam yang dilakukan selama proses persalinan, dan perdarahan yang terjadi. Faktor tindakan persalinan Seksio sesarea merupakan factor utama timbulnya infeksi nifas.

Selain itu, beberapa tindakan pada persalinan misalnya ekstraksi forsep, tindakan episiotomy, laserasi jalan lahir, dan pelepasan plasenta secara manual juga meningkatkan resiko timbulnya infeksi nifas. Pencegahan a. Selama kehamilan: perbaikan status gizi, pencegahan anemia, dan antenatal care yang adekuat merupakan upaya pencegahan timbulnya infeksi nifas.

Oleh karenanya, pemberian makanan yang bergizi dalam jenis dan jumlah yang cukup sangat diperlukan. Selama persalinan: proses persalinan dan tindakan pada saat itu sangat berpengaruh terhadap terjadinya infeksi nifas. Oleh karena itu pencegahan infeksi selama persalinan merupakan langkah yang sangat pentig dalam mencegah timbulnya infeksi nifas. Selama nifas: sesudah partus terdapat luka-luka di beberapa tempat pada jalan lahir.

Pada hari-hari pertama pascapersalinan harus dijaga agar luka-luka ini tidak dimasuki kuman- kuman dari luar. Oleh karena itu perawatan luka jalan lahir wajib dilakukan. Tiap penderita dengan tanda infeksi nifas tidak rawat bersama dengan penderita nifas sehat Macam-Macam Infeksi Puerperalis A.

Metritis Infeksi pada saat persalinan dikenal sebagai endometritis, endomiometritis dan endopara metritis. Karena infeksi yang timbul tidak hanya mengenai desidua, miometrium dan parametrium maka terminology yang lebih disukai ialah metritis disertai selulitis pelvis. Infeksi uterus pada persalinan pervaginam terutama terjadi pada tempat implantasi plasenta, desidua dan miometrium yang berdekatan.

Daerah ini merupakan tempat yang baik untuk tumbuhnya kuman-kuman pathogen. Infeksi uterus pasca operasi sesar umumnya akibat infeksi pada luka operasi selain infeksi yang terjadi pada tempat implantasi plasenta. Tanda — tanda dan gejala a. Takikardi b. Suhu, 38 — 40 derajat celcius c.

Menggigil d. Nyeri tekan uterus e. Pada metritis sedang dan berat perlu diberikan antibiotika dengan spectrum luas secara intravena dan biasanya penderita membaik dalam waktu jam. Bila setelah 72 jam demam tidak membaik perlu dicari dengan lebih teliti penyebabnya, karena demam yang menetap ini jarang disebabkan oleh resistensi antibiotic atau suatu efek samping obat. Infeksi Luka Operasi Dehisensi Luka Operasi Yang dimaksud dengan dehisensi ialah terbukanya jahitan pada fascia abdomen.

Biasanya terjadi pada hari ke lima pascaoperasi disertai dengan keluarnya cairan serosanguinus. Umumnya disebabkan oleh infeksi pada fascia dan nekrosis jaringan. Pemberian antibiotika yang adekuat disertai penjahitan ulang dinding abdomen merupakan pengobatan utama. Abses Adneksa dan Peritonitis Abses adneksa jarang terjadi.

Abses biasanya unilateral dan secara khas terjadi setelah 1 sampai 2 minggu pascasalin. Rupture biasanya dapat terjadi dan dapat timbul peritonitis berat. Peritonitis tidak biasa terjadi setelah bedah sesar. Peritonitis hampir selalu diawali dengan metritis dan nekrosis insisi uterus serta perenggangan.

Peritonitis jarang terjadi setelah persalinan pervaginam. Peritonitis mungkin disebabkan cedera usus karena kurang hati-hati saat bedah sesar.

Pada ibu setelah melahirkan terdapat hal penting yang perlu diingat yaitu kekakuan dinding abdomen dapat tidak menonjol pada peritonitis puerperalis karena kelemahan dinding abdomen akibat melahirkan. Nyeri mungkin berat namun seringkali gejala pertama peritonitis adalah ileus adinamik. Distensi usus yang jelas dapat terjadi dan temuan ini tidak biasa terjadi setelah bedah sesar yang tidak mengalami komplikasi.

Jika infeksi dimulai pada uterus yang intak dan meluas ke peritoneum terapi antimicrobial saja biasanya cukup. Sebaliknya, peritonitis yang disebabkan oleh nekrosis insisi abdomen atau perforasi usus harus ditangani secara bedah. Selulitis Parametrium Pada beberapa penderita yang mengalami metritis pascaseksio sesarea dapat terjadi selulitis parametrium yang biasanya terjadi unilateral. Selulitis parametrium ringan dapat menyebabkan suhu yang meninggi dalam nifas.

Bila suhu menetap lebih dari satu minggu disertai dengan rasa nyeri di perut bagian bawah kiri atau kanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam hal ini perlu dicurigai terhadap kemungkinan selulitis parametrium. Pada pemeriksaan dalam dapat diraba tahanan padat dan nyeri disebelah uterus dan tahanan ini yang berhubungan erat dengan tulang panggul, dapat meluas keberbagai jurusan.

Ditengah —tengah jaringan yang meradang itu bisa tumbuh abses. Tromboflebitis Pelvik Septik Merupakan komplikasi umum pada era pra-antibiotik. Dengan munculnya terapi antimikroba angka mortalitas dan indikasi bedah untuk infeksi ini berkurang.

Infeksi nifas dapat meluas sepanjang jalur vena dan menyebabkan thrombosis. Tromboflebitis septic puerperalis kemungkinan besar melibatkan satu atau kedua plexus vena ovarica.

Bekuan dapat meluas ke vena cava superior dan terkadang ke vena renalis. Pasien biasanya mengalami perbaikan klinis infeksi pelvic dengan terapi antimikroba tetapi pasien terus mengalami demam.

Biasanya asimptomatis, namun kadang ada yang mengeluh nyeri pada satu atau kedua kuadran bawah. Infeksi Perineum, Vagina dan Serviks Infeksi pada luka episiotomy merupakan kejadian yang cukup jarang, terutama sejak diperkenalkannya panduan asuhan persalinan normal dimana tindakan episiotomy bukan merupakan tindakan yang rutin dikerjakan pada persalinan pervaginam. Tata laksana dapat dilakukan drainase dan pemberian antibiotic oral.

Mastitis Pada masa nifas dapat terjadi infeksi dan peradangan parenkim kelenjar payudara. Mastitis bernanah dapat terjadi setelah minggu pertama pascasalin tetapi biasanya tidak sampai melewati minggu ketiga atau ke empat.

Gejala awal mastitis adalah demam yang disertai menggigil, mialgia, nyeri dan takikardia. Pada pemeriksaan payudara membengkan, meneras, lebih hangat, kemerahan dengan batas tegas dan disertai rasa nyeri. Mastitis biasanya terjadi unilateral dan dapat terjadi 3 bulan pertama menyusui. Predisposisi dan factor resiko adalah primipara, stress, teknik menyusui yang tidak benar, penggunaan pakaian dalam terlalu ketat dan pengisapan bayi kurang kuat juga dapat menyebabkan stasis dan obstruksi payudara.

Adanya luka pada putting payudara juga dapat sebagai factor resiko terjadinya mastitis. Penanganan utama mastitis adalah memulihkan keadaan dan mencegah terjadinya komplikasi yaitu abses dan sepsis. Laktasi dapat terus dilanjutkan dan pengosongan payudara sangat penting untuk keberhasilan terou. Tterapi suportif seperti bed rest, pemberian cairan yang cukup, antinyeri dan antiinflamasi sangat dianjurkan.

Dapat juga diberikan antibiotic yaitu dengan penisilin atau sefalosporin. Untuk yang alergi penisilin dapat menggunakan eritromisin atau sulfa. Sindrom Syok Toksik Penyakit demam akut dengan kekacauan multisystem yang berat. Biasanya terdapat demam, sakit kepala, kebingungan mental, ruam eritematosa macular difus, edema subkutan, mual, muntah, diare cair dan hemokonsentrasi yang jelas. Gagal ginjal yang diikuti dengan gagal hati, DIC, dan kolaps kardiovaskular dapat menyertai dalam urutan yang sangat cepat.

Selama penyembuhan, daerah yang tertutup ruam mengalami deskuamasi. Diagnosis dan terapi yang terlambat dapat menyebabkan mortalitas maternal dan fetal.

Prinsip terapi syok septic bersifat suportif. Diberikan antimikroba yang mencakup stafilokokus dan streptokokus. Pasien dengan infeksi-infeksi tersebut sering memerlukan debridement luka ekstensif dan kemungkinan histerektomi. Kesimpulan Infeksi nifas merupakan morbiditas dan mortalitas bagi ibu pasca bersalin. Saran Penyusun menyadari bahwa refreshing ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, saran kritik yang membangun sangat dibutuhkan untuk membuat refreshing yang lebih baik di masa yang akan datang.

Cunningham, F Garry, et al. Obstetri Williams Edisi 23 Volume 1. Jakarta: EGC 2. Prawirohardjo, Pror. Sarwono, Sp. Ilmu Kebidanan Ed. Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Related Papers.

EL MORADOR DE LAS TINIEBLAS LOVECRAFT PDF

Makalah Keperawatan : Infeksi Puerperalis

Makalah Keperawatan : Infeksi Puerperalis A. Latar Belakang Masa nifas adalah masa setelah persalinan yang di perlukan untuk pulihnya kembali alat-alat kandungan seperti sebelum hamil yang berlangsung selama 6 minggu. Komplikasi masa nifas adalah keadaan abnormal pada masa nifas yang di sebabkan oleh masuknya kuman - kuman pada alat genetalia pada waktu persalinan. Selama ini perdarahan pasca persalinan merupakan penyebab kematian ibu, namun dengan meningkatnya persediaan darah dan sistem rujukan, maka infeksi menjadi lebih menonjol sebagai penyebab kematian dan morbiditas ibu. Masa nifas atau puerperium dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat - alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil.

EMC COLOSIO PDF

Konsep Dasar Penyakit 1. Pengertian Infeksi puerperalis adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat-alat genetalia pada waktu persalinan dan nifas Sarwono Prawirohardjo, : Infeksi puerperalis adalah keadaan yang mencakup semua peradangan alat-alat genetalia dalam masa nifas Mochtar Rustam, : Etiologi Penyebab dari infeksi puerperalis ini melibatkan mikroorganisme anaerob dan aerob patogen yang merupakan flora normal serviks dan jalan lahir atau mungkin juga dari luar.

Related Articles