CARA MENGURUSKAN JENAZAH PDF

Malaysia telah tersenarai sebagai negara yang paling tinggi kes wabak ini di Asia Tenggara. Pasti semua dah tahu tentang apa itu Covid kan? Jika belum pasti boleh semak semula artikel-artikel aku sebelum ini yang banyak aku kongsikan. Seperti yang semua tahu, virus Covid ini sangat merbahaya dan terlalu cepat merebak. Disebabkan itu, cara pengurusan jenazah juga adalah sangat berbeza. Jadi untuk artikel kali ini aku nak kongsikan tentang cara pengurusan jenazah ketika di serang wabak.

Author:Douramar Dojora
Country:Equatorial Guinea
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):8 December 2014
Pages:350
PDF File Size:4.47 Mb
ePub File Size:7.36 Mb
ISBN:384-2-31732-282-7
Downloads:6222
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Volar



Menutup aurat si mayit Dianjurkan menutup aurat si mayit ketika memandikannya. Dan melepas pakaiannya, serta menutupinya dari pandangan orang banyak. Sebab si mayit barangkali berada dalam kondisi yang tidak layak untuk dilihat. Sebaiknya papan pemandian sedikit miring ke arah kedua kakinya agar air dan apa-apa yang keluar dari jasadnya mudah mengalir darinya.

Tata cara memandikan jenazah Seorang petugas memulai dengan melunakkan persendian jenazah tersebut. Apabila kuku-kuku jenazah itu panjang, maka dipotongi. Demikian pula bulu ketiaknya. Adapun bulu kelamin, maka jangan mendekatinya, karena itu merupakan aurat besar. Kemudian petugas mengangkat kepala jenazah hingga hampir mendekati posisi duduk. Lalu mengurut perutnya dengan perlahan untuk mengeluarkan kotoran yang masih dalam perutnya. Hendaklah memperbanyak siraman air untuk membersihkan kotoran-kotoran yang keluar.

Petugas yang memandikan jenazah hendaklah mengenakan lipatan kain pada tangannya atau sarung tangan untuk membersihkan jasad si mayit membersihkan qubul dan dubur si mayit tanpa harus melihat atau menyentuh langsung auratnya, jika si mayit berusia tujuh tahun ke atas.

Mewudhukan jenazah Selanjutnya petugas berniat dalam hati untuk memandikan jenazah serta membaca basmalah. Lalu petugas me-wudhu-i jenazah tersebut sebagaimana wudhu untuk shalat.

Namun tidak perlu memasukkan air ke dalam hidung dan mulut si mayit, tapi cukup dengan memasukkan jari yang telah dibungkus dengan kain yang dibasahi di antara bibir si mayit lalu menggosok giginya dan kedua lubang hidungnya sampai bersih. Selanjutnya, dianjurkan agar mencuci rambut dan jenggotnya dengan busa perasan daun bidara atau dengan busa sabun. Dan sisa perasan daun bidara tersebut digunakan untuk membasuh sekujur jasad si mayit.

Membasuh tubuh jenazah Setelah itu membasuh anggota badan sebelah kanan si mayit. Dimulai dari sisi kanan tengkuknya, kemudian tangan kanannya dan bahu kanannya, kemudian belahan dadanya yang sebelah kanan, kemudian sisi tubuhnya yang sebelah kanan, kemudian paha, betis dan telapak kaki yang sebelah kanan. Selanjutnya petugas membalik sisi tubuhnya hingga miring ke sebelah kiri, kemudian membasuh belahan punggungnya yang sebelah kanan.

Kemudian dengan cara yang sama petugas membasuh anggota tubuh jenazah yang sebelah kiri, lalu membalikkannya hingga miring ke sebelah kanan dan membasuh belahan punggung yang sebelah kiri. Dan setiap kali membasuh bagian perut si mayit keluar kotoran darinya, hendaklah dibersihkan.

Adapun jika belum bisa bersih, maka ditambah lagi memandikannya sampai bersih atau sampai tujuh kali atau lebih jika memang dibutuhkan. Dan disukai untuk menambahkan kapur barus pada pemandian yang terakhir, karena bisa mewangikan jenazah dan menyejukkannya.

Oleh karena itulah ditambahkannya kapur barus ini pada pemandian yang terakhir agar baunya tidak hilang. Dianjurkan agar air yang dipakai untuk memandikan si mayit adalah air yang sejuk, kecuali jika petugas yang memandikan membutuhkan air panas untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang masih melekat pada jasad si mayit. Dibolehkan juga menggunakan sabun untuk menghilangkan kotoran. Namun jangan mengerik atau menggosok tubuh si mayit dengan keras. Dibolehkan juga membersihkan gigi si mayit dengan siwak atau sikat gigi.

Dianjurkan juga menyisir rambut si mayit, sebab rambutnya akan gugur dan berjatuhan. Setelah selesai dari memandikan jenazah ini, petugas mengelapnya menghandukinya dengan kain atau yang semisalnya. Kemudian memotong kumisnya dan kuku-kukunya jika panjang, serta mencabuti bulu ketiaknya apabila semua itu belum dilakukan sebelum memandikannya dan diletakkan semua yang dipotong itu bersamanya di dalam kain kafan.

Kemudian apabila jenazah tersebut adalah wanita, maka rambut kepalanya dipilin dipintal menjadi tiga pilinan lalu diletakkan di belakang punggungnya. Faedah — Apabila masih keluar kotoran seperti: tinja, air seni atau darah setelah dibasuh sebanyak tujuh kali, hendaklah menutup kemaluannya tempat keluar kotoran itu dengan kapas, kemudian mencuci kembali anggota yang terkena najis itu, lalu si mayit diwudhukan kembali. Sedangkan jika setelah dikafani masih keluar juga, tidaklah perlu diulangi memandikannya, sebab hal itu akan sangat merepotkan.

Namun tidak perlu dibubuhi wewangian dan tidak perlu ditutup kepalanya bagi jenazah pria. Demikian pula mereka tidak perlu dishalatkan. Adapun sebelum itu ia hanyalah sekerat daging yang boleh dikuburkan di mana saja tanpa harus dimandikan dan dishalatkan.

Yaitu salah seorang di antara hadirin menepuk tanah dengan kedua tangannya lalu mengusapkannya pada wajah dan kedua punggung telapak tangan si mayit. Kafan-kafan mesti sudah disiapkan setelah selesai memandikan jenazah dan menghandukinya Mengkafani jenazah hukumnya wajib dan hendaklah kain kafan tersebut dibeli dari harta si mayit. Hendaklah didahulukan membeli kain kafannya dari melunaskan hutangnya, menunaikan wasiatnya dan membagi harta warisannya. Jika si mayit tidak memiliki harta, maka keluarganya boleh menanggungnya.

Mengkafani jenazah Dibentangkan tiga lembar kain kafan, sebagiannya di atas sebagian yang lain. Kemudian didatangkan jenazah yang sudah dimandikan lalu diletakkan di atas lembaran-lembaran kain kafan itu dengan posisi telentang. Kemudian didatangkan hanuth yaitu minyak wangi parfum dan kapas. Lalu kapas tersebut dibubuhi parfum dan diletakkan di antara kedua pantat jenazah, serta dikencangkan dengan secarik kain di atasnya seperti melilit popok bayi.

Kemudian sisa kapas yang lain yang sudah diberi parfum diletakkan di atas kedua matanya, kedua lubang hidungnya, mulutnya, kedua telinganya dan di atas tempat-tempat sujudnya, yaitu dahinya, hidungnya, kedua telapak tangannya, kedua lututnya, ujung-ujung jari kedua telapak kakinya, dan juga pada kedua lipatan ketiaknya, kedua lipatan lututnya, serta pusarnya.

Dan diberi parfum pula antara kafan-kafan tersebut, juga kepala jenazah. Menyusul kemudian lembaran kedua dan ketiga, seperti halnya lembaran pertama. Kemudian menambatkan tali-tali pengikatnya yang berjumlah tujuh utas tali. Lalu gulunglah lebihan kain kafan pada ujung kepala dan kakinya agar tidak lepas ikatannya dan dilipat ke atas wajahnya dan ke atas kakinya ke arah atas.

Hendaklah ikatan tali tersebut dibuka saat dimakamkan. Dibolehkan mengikat kain kafan tersebut dengan enam utas tali atau kurang dari itu, sebab maksud pengikatan itu sendiri agar kain kafan tersebut tidak mudah lepas terbuka.

BSNL TELEPHONE DIRECTORY AHMEDABAD PDF

Cara Pengurusan Jenazah Yang Terkena Wabak Covid-19

Letakkan mayat di tempat mandi yang disediakan. Yang memandikan jenazah hendaklah memakai sarung tangan. Air bersih 5. Sediakan air kapur barus. Istinjakkan mayat terlebih dahulu.

JOVIAN CHRONICLES MEKTON PDF

Tata Cara Mengurus Jenazah Terlengkap

Menutup Aurat si Mayit Dianjurkan menutup aurat si mayit ketika memandikannya. Dan melepas pakaiannya, serta menutupinya dari pandangan orang banyak. Sebab si mayit barangkali berada dalam kondisi yang tidak layak untuk dilihat. Sebaiknya papan pemandian sedikit miring ke arah kedua kakinya agar air dan apa-apa yang keluar dari jasadnya mudah mengalir darinya.

SINOPSIS DE AUDITORIA ADMINISTRATIVA JOAQUIN RODRIGUEZ VALENCIA PDF

Tata Cara Pengurusan Jenazah Lengkap dengan Bacaannya

Bagaimana mengurus jenazah. Hias kubur : haram kerana pembaziran dan takut disembah-sembah dan diagung-agungkan. Simen dan batu marmar : jika tanah persendirian, hukumnya makruh pada sesetengah pendapat Ulamak Syafie yang terkemudian. Ulamak-ulamak lain mengatakan haram. Jika tanah wakaf seperti tanah perkuburan umum maka sepakat mengatakan haram c. Datang hadis yg menunjukkan digalakkan meletak pokok-pokok kecil dan tumbuhan hidup, syarat tidaklah besar dan merosakkan tanah perkuburan.

Related Articles