JURNAL ALDEHID DAN KETON PDF

Membedakan senyawa aldehid dan keton dengan menggunakan uji Tollens dan Fehling Memahami reaksi yang terjadi selama uji Tollens dan Fehling A. Pre-lab 1. Jelaskan perbedaan mendasar antara aldehid dan keton! Perbedaan dari aldehid dan keton sendiri antara lain senyawa aldehid mengandung sebuah gugus karbonil yang terikat pada sebuah atau dua buah atom hidrogen sedangkan keton yaitu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil terikat pada dua gugus alkil.

Author:Zukora Shajind
Country:Albania
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):28 September 2012
Pages:158
PDF File Size:20.93 Mb
ePub File Size:13.27 Mb
ISBN:537-3-56572-150-1
Downloads:89060
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mak



Gugus karbonil adalah gugus yang sangat menentukan sifat kimia dari aldehid dan keton. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika kebanyakan sifat- sifat dari senyawa-senyawa ini adalah mirip satu sama lain. Aldehid dan keton merupakan dua senyawa yang sangat penting, dan lazim terdapat dalam sistem makhluk hidup.

Gula ribosa dan hormon betina progesteron merupakan dua contoh aldehid dan keton yang penting secara biologis. Banyak aldehid dan keton mempunyai bau khas yang membedakannya.

Umumnya aldehid berbau merangsang dan keton berbau harum. Misalnya, trans sinamaldehid adalah komponen utama minyak kayumanis dan enantiomer-enantiomer karbon yang menimbulkan bau jintan dan tumbuhan permen. Keton testosteron dan estron banyak dikenal sebagai hormon yang menimbulkan cairan seksual. Aldehid mempunyai paling sedikit satu atom hidrogen yang melekat pada gugus karbonil. Gugus lainnya dapat berupa gugus hidrogen, alkil atau aril. Sedangkan keton mengandung dua gugus alkil atau aril yang terikat pada atom karbon karbonil.

Dalam bidang farmasi pembahasan tentang aldehid dan keton sangatlah penting untuk dipelajari. Hal ini berhubungan dengan bagaimana nantinya senyawa obat dapat bereaksi dengan aldehid dan keton.

Aldehid dan keton menyumbangkan manfaat yang cukup besar dalam kehidupan. Salah stu contohnya yaitu metanal yang merupakan contoh dari senyawa aldehid. Metanal ini lebih dikenal dengan nama formaldehida.

Sedangkan pada keton yang pailing banyak dikenal yaitu aseton yang digunakan sebagai pelarut dan pembersih kaca. Oleh karena banyak manfaatnya maka kita harus mampu membedakan mana senyawa keton dan senyawa aldehid agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemanfaatannya.

Menentukan kelarutan aldehid dan keton didalam air. Menentuka reaksi antara aldehid dan keton dengan KMnO 4. Untuk membedakan aldehid dan keton menggunakan pereaksi Tollens dan pereaksi Fehling. Rumus umum struktur aldehid dan keton seperti tertulis dibawah ini dengan R adalah alkil atau aril. Suatu keton mempunyai dua gugus alkil aril yang terikat pada karbon karbonil, sedangkan aldehida mempunyai satu gugus alkil aril dan satu hidrogen yang terikat pada karbon karbonil itu A.

Hadyana Pudjaatmaka, Sifat-sifat unik gugus karbonil mempengaruhi sifat fisika aldehida dan keton. Karena senyawaan ini polar, dan karena itu melakukan tarik-menarik dipol-dipol antarmolekul, aldehida dan keton mendidih pada temperatur yang lebih tinggi dari pada senyawaan nonpolar yang bobot molekulnya bersamaan. Secara terbatas aldehid dan keton dapat mensolvasi ion A. Aldehid dan keton suatu senyawa yang tersusun dari unsur- unsur karbon, hidrogen dan oksigen.

Keduanya dapat diperoleh dari oksidasi alkohol, aldehida dari alkohol primair, sedangkan keton dari alkohol sekunder Ismail Besari, Aldehid dan keton mempunyai gugus fungsional gugus karbonil yang sama, maka sifat kimianya hampir sama, tetapi sifat fisikanya berlainan Ismail Besari, Jika kedua gugus yang menempel pada gugus karbonil adalah gugus-gugus karbon, maka senyawa itu dinamakan keton.

Formaldehida, suatu gas tidak berwarna, mudah larut dalam air. Polimer dari formaldehida, yang disebut paraformaldehida, digunakan sabagai antiseptik dan insektisisda. Aldehida adalah bahan baku penting dalam pembuatan asam asetat, anhidrida asetat dan esternya, yaitu etil asetat Suminar Achmadi, Aseton adalah keton yang paling penting.

Ia merupakan cairan volatil titik didih 56o C dan mudah terbakar. Aseton adalah pelarut yang baik untuk macam-macam senyawa organik, banyak digunakan sebagai pelarut pernis, lak dan plastik. Tidak seperti kebanyakan pelarut organik lain, aseton bercampur dengan air dalam segala perbandingan. Sifat ini digabungkan dengan volatilitasnya, membuat aseton sering digunakan sebagai pengering alat-alat laboratorium. Alat-alat gelas laboratorium yang masih basah dibilas dengan aseton, dan lapisan aseton yang menempel kemudian menguap dengan mudah.

Salah satu metode pembuatan aseton adalah melalui dehidrogenasi isopropil alkohol dengan bantuan katalis tembaga Suminar Achmadi, Ada beberapa perbedaan antara aldehid dan keton pada sifat dan struktur yang mempengaruhinya: a.

Aldehid sangat mudah untuk beroksidasi, sedangkan keton mengalami kesukaran dalam beroksidasi. Aldehid biasanya lebih reaktif dari keton, terhadap suau reagen yang sama. Hal ini disebabkan karena atom karbonil dari aldehid kurang dilindungi dibandingkan dengan keton, begitu pula aldehid lebih mudah dioksidasi dari keton. DZULFADLY Laporan Praktikum Aldehid dan Keton dikarenakan pada keton sering mengalami pemutusan ikatan yang menghasilkan 2 ikatan asamkarboksilat dengan jumlah atom karbon dari keton mula-mula akibat putusnya ikatan karbon , keton siklik menghasilkan asam karboksilat dengan jumlah atom karbon yang sama banyak.

Fessenden, Jadi perbedaan kereaktifan antara aldehid dan keton melalui oksidator dapat digunakan untuk membedakan kedua senyawa tersebut. Fessenden, Uji Tollens merupakan salah satu uji yang digunakan untuk membedakan mana yang termasuk senyawa aldehid dan mana yang termasuk senyawa keton.

Selain dengan menggunakan Uji Tollen untuk membedakan senyawa aldehid dan keton dapat juga menggunakan Uji Fehling. Aldehid lebih mudah dioksidasi dibanding keton. Oksidasi aldehid menghasilkan asam dengan jumlah atom karbon yang sama Hart, Reaksi-reaksi aldehid dan keton Ir. Respati, a.

Oksidasi Dipergunakan untuk membedakan aldehid dan keton. Aldehid mudah sekali dioksidasi, sedangkan keton tahan terhadap oksidator. Aldeid dapat dioksidasi dengan oksidator yang sangat lemah misalnya larutan Ag-amoniakal reaksi cermin perak dan dengan reagen fehling. Reduksi 1 Reduksi menjadi alohol 2 Reduksi menjadi hidrokarbon 3 Reduksi pinakol c.

Addisi senyawa grignard Aldehid membentuk alkohol sekunder, sedangkan keton menghasilkan alkohol tersier. Addisi sianida pembentukan sianohidrin Senyawa ini berguna pembuatan asam alfa hidroksi. Kelarutan dalam air 1. Siapkan 2 buah tabung reaksi 2. Tabung 1 diisi dengan 0,5 ml formaldehid dan tabung 2 dengan 0,5 ml aseton.

Perhatikan warna dan baunya. Catat pengamatan saudara larutan jangan dibuang B. Dengan KMnO4 0,1 N 1. Ambil larutan A d iatas 2. Tiap tabung ditambah tetes KMnO4 0,1 N 3. Perhatikan warna KMnO4 tersebut 4. Catat pengamatan saudara C. Masing-masing diisi dengan tabung reaksi 1 ml AgNO 3 0,1 N 3. Ke dalam tabung 1 tambahkan 0,5 ml formaldehid dan tabung 2 dengan 0,5 ml aseton. Panaskan beberapa menit di atas penangas air 6. Perhatikan dan catat pengamatan saudara D.

Dengan Fehling A dan B 1. Ke dalam tabung 1 tambahkan 0,5 ml formaldehid dan tabung 2 dengan 0,5 ml aseton, kocok 4. Panaskan beberapa menit di atas penangas air 5. Pada percobaan kedua yaitu reaksi antara aldehid dan keton dengan KMnO4, langkah pertama yang dilakukan yaitu ambil larutan yang telah dibuat pada percobaan pertama tadi,kemudian tiap-tiap tabung ditambahkan tetea KMnO4 0,1 N, lalu diperhatikan warna KMnO4 tersebut dan dicatat hasilnya.

Selanjutnya percobaan ketiga yaitu reaksi antara aldehid dan keton dengan NH4OH, langkah pertama yang dilakukan adalah disiapkan 2 buah tabung reaksi, yang kemudian masing-masing tabung diisi dengan 1 ml AgNO3 0,1 N, lalu ditambahlan setetes demi setetes NH4OH 0,5 N sampai endapan yang terbentuk larut kembali, kemudian pada tabung 1 ditambahkan 0,5 ml formaldehid dan pada tabung 2 ditambahkan 0,5 ml aseton, lalu dipanaskan beberapa menit kemudian diperhatikan di catat perubahan yang terjadi.

DZULFADLY Laporan Praktikum Aldehid dan Keton Pada percobaan terakhir yaitu reaksi antara aldehid dan keton dengan pereaksi fehling, langkah pertama yang dilakukan yaitu disiapkan 2 buah tabung reaksi, kemudian masing-masing tabung diisi dengan 1 ml larutan fehling A dan fehling B, lalu ke dalam tabung 1 ditambahkan 0,5 ml formaldehid dan tabung 2 0,5 ml aseton lau dikocok, kemudian panaskan beberapa menit lalu diperhatikan perubahan yang terjadi dan dicatat.

Perbedaan gugus karbonil antara aldehid dan keton,menimbulkan adanya dua sifat kimia yang menonjol perbedaanya dari kedua senyawa tersebut yaitu: a. Aldehid cukup mudah teroksidasi sedangkan keton sulit.

Aldehid lebih reaktif daripada keton terhadap adisi nukleofilik,yang mana reaksi ini karakteristik terhadap gugus karbonal. Suatu keton dengan dua gugus alkil lebih stabil daripada aldehid yang memiliki satu gugus alkil. Salah satu cara sederhana untuk membedakannya adalah melalui reaksi oksidasi reduksi. Hampir semua reagensia apa saja yang mengoksidasi suatu alkohol dapat juga mengoksidasi alehid. Pada percobaan ini untuk formaldehid digunakan aldehid, sedangkan pada aseton digunakan keton.

Pereaksi yang digunakan untuk yaitu KMnO4, pereaksi tollens dan fehling A dan B, digunakan pereaksi ini untuk membedakan antara aldehid dan keton. Uji kelarutan dalam air Pada uji kelarutan dalam air, diisi tabung 1 dengan formaldehid dan pada tabung 2 dengan aseton kemudian ditambah 10 tetes air.

Setelah itu diamati, keduanya mudah larut dalam air dan memiiki bau yang khas. Dilakukan percobaan ini O untuk melihat sifat fisik keduanya. Larutan pada formaldehid dan aseton adalah berwarna putih. Setelah dipanaskan larutan pada tabung 1 yang berisi formaldehid yang ditambahkan KMnO 4, larutannya berubah membentuk endapan coklat, sedangkan pada tabung 2 yang berisi aseton dan KMnO 4 membentuk endapan berwarna ungu.

Hal ini menunjukkan bahwa aldehid lebih reaktif dari pada keton. Aldehid teroksidasi terbentuk endapan coklat sedangkan pada aseton teroksidasi tetapi dengan cara yang tidak sempurna. Uji dengan pereaksi Tollens Uji dengan pereaksi tollens yaitu diisi 2 buah tabung reaksi, yang diisi dengan masing-masing 1 ml AgNO 3. Fungsi dari penambahan amoniumhidroksida sendiri adalah sebagai mediumpembentuk basa dab jugas ebagai donor proton atom oksigen untuk pembentukan senyawa karboksilat D.

Sedangkan pada aseton yang ditambahkan pereaksi fehling setelah dipanaskan tidak terjadi perubahan warna tetap berwarna biru tua. Hal ini disebabkan karena aseton dengan dua gugus alkil lebih stabil dibandingkan formaldehid yang tidak memiliki ggus alkil. Aseton tidak bereaksi dengan pereaksi fehling karena gugus karbonil distabilkan oleh alkil didekatnya yang sifatnya menolak elektron.

Menurut teori pereaksi fehling adalah zat pengoksidasi lemah, hanya aldehid yang dapat bereaksi dengan pereaksi fehling sehingga untuk membedakan antara aldehid dan keton digunakan pereaksi tollens dan pereaksi fehling yaitu fehling A dan B.

BEATON PARK TIMETABLE PDF

Jurnal Doc : jurnal penelitian aldehid dan keton

Gugus karbonil adalah gugus yang sangat menentukan sifat kimia dari aldehid dan keton. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika kebanyakan sifat- sifat dari senyawa-senyawa ini adalah mirip satu sama lain. Aldehid dan keton merupakan dua senyawa yang sangat penting, dan lazim terdapat dalam sistem makhluk hidup. Gula ribosa dan hormon betina progesteron merupakan dua contoh aldehid dan keton yang penting secara biologis. Banyak aldehid dan keton mempunyai bau khas yang membedakannya. Umumnya aldehid berbau merangsang dan keton berbau harum. Misalnya, trans sinamaldehid adalah komponen utama minyak kayumanis dan enantiomer-enantiomer karbon yang menimbulkan bau jintan dan tumbuhan permen.

CIRCULO DE TIZA CAUCASIANO DESCARGAR PDF

Sifat – Sifat Aldehid dan Keton

Tujuan Untuk dapat mengidentifikasi dan membedakan antara senyawa aldehid dan keton serta mengetahui perubahan dan reaksi reduksi yang terjadi pada aldehid dan keton. Dasar Teori Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung sebuah gugus karbonil yang terikat pada sebuah atau dua buah atom hidrogen. O R C H Aldehid Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil terikat pada dua gugus alkil, dua gugus aril, atau sebuah alkil dan sebuah aril. Keton tidak mengandung atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonil. Karbon yang terdapat pada gugus karbonil adalah hibrida sp 2. Seperti juga pada alkena, karbon hibrida sp2 membentuk ikatan tiga sigma yang terletak pada suatu bidang.

ABAQUS 6.10 TUTORIALS PDF

Jurnal Aldehid Dan Keton

Bahan berupa Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu, pereaksi Benedict, pereaksi Fehling A dan Fehling B, aseton, formalin dan glukosa dan air. Alat Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu, tabung reaksi, pipet tetes, gegep, rak tabung, gelas kimia dan electromantle. Pada keton, terdapat 2 atom karbon lain yang terikat pada gugus karbonil. Karbon yang terikat pada gugus karbonil dapat merupakan rantai alifatik bukan merupakan bagian dari cincin aromatik atau aromatik merupakan bagian dari cincin aromatik.

COURS FAISCEAUX HERTZIENS NUMRIQUES PDF

.

Related Articles